Bagaimana tinjauan sistematis dilakukan?
Metode langkah demi langkah untuk peneliti yang menjalankan tinjauan sistematis pertamanya: protokol, pencarian, penyaringan, risiko bias, dan keputusan sintesis.
Apa itu tinjauan sistematis?
Tinjauan sistematis adalah pencarian, pemilihan, dan penilaian literatur menurut metode yang telah didefinisikan dan ditulis lebih dulu untuk menjawab sebuah pertanyaan spesifik. Kueri pencarian, kriteria inklusi, dan bentuk ekstraksi data ditetapkan sebelum penyaringan dimulai; dengan cara ini, pemilihan dilakukan menurut aturan yang diumumkan lebih dulu, bukan menurut kajian mana pun yang kebetulan menarik perhatian peneliti saat itu.
Yang membuat sebuah tinjauan sistematis bukan pencariannya sendiri, melainkan urutan keputusannya: dalam tinjauan bebas peneliti bisa mengubah kriterianya sambil membaca, dalam tinjauan sistematis kriterianya tertulis dan setiap perubahan masuk ke laporan.
Sudah lama diusulkan bahwa sebuah tinjauan literatur harus bertumpu pada metode yang terstruktur, bukan pada ingatan penulisnya (Webster dan Watson, 2002). Tinjauan sistematis adalah bentuk paling ketat dari gagasan ini: metodenya ditulis cukup rinci sehingga tim lain yang mengikuti langkah yang sama bisa mencapai kumpulan kajian yang sama.
Yang membuat sebuah tinjauan sistematis adalah sebagai berikut:
- Pertanyaan yang akan dijawab ditulis dalam satu kalimat sebelum penyaringan dimulai.
- Kueri pencarian dilaporkan persis seperti dijalankan, beserta basis data dan tanggalnya.
- Kriteria inklusi dan eksklusi diumumkan lebih dulu dan diterapkan dengan cara yang sama pada setiap eliminasi.
- Keputusan pemilihan dibuat secara independen oleh setidaknya dua orang.
- Berapa banyak rekaman yang tereliminasi di setiap tahap dicatat dengan angka.
- Risiko bias kajian yang diikutkan dinilai satu per satu.
Apa perbedaan antara tinjauan sistematis dan tinjauan tradisional?
Tinjauan tradisional mendeskripsikan kajian yang dipilih penulis berdasarkan pengetahuan bidangnya sendiri, dan sumber mana yang dikeluarkan serta mengapa sering kali tidak dituliskan; dalam tinjauan sistematis, langkah-langkah ini didefinisikan dan dilaporkan lebih dulu. Perbedaannya bukan topiknya, melainkan metodenya: pada satu jenis, pemilihan bertumpu pada penilaian penulis, pada jenis lain, pada aturan yang diumumkan.
Tinjauan-tinjauan itu dibedakan satu sama lain berdasarkan fokus, tujuan, sudut pandang, cakupan, penataan, dan audiens (Cooper, 1988); klasifikasi ini menunjukkan bahwa setiap tinjauan membawa sebuah klaim cakupan. Tinjauan tradisional cukup puas dengan representatif dalam cakupannya; tinjauan sistematis mengklaim lengkap dalam kriteria yang telah diumumkannya.
Perbedaan di antara keduanya bukan sebuah peringkat mutu; tinjauan tradisional bisa cocok untuk memperkenalkan sebuah bidang baru, membuka sebuah diskusi konseptual, atau menyusun sebuah sejarah. Tapi jika sebuah kajian mengklaim telah mengumpulkan bukti untuk sebuah pertanyaan, aturan pemilihannya harus terbuka bagi pembaca.
| Perbedaan | Tinjauan tradisional | Tinjauan sistematis |
|---|---|---|
| Pertanyaan | Terbentuk seiring tulisan berkembang | Ditetapkan sebelum penyaringan dimulai |
| Pencarian | Sebagian besar tidak dideskripsikan | Kueri, basis data, dan tanggal dilaporkan |
| Pemilihan | Penilaian penulis | Kriteria yang diumumkan lebih dulu |
| Penelaah | Biasanya satu orang | Setidaknya dua orang, independen |
| Rekaman yang tereliminasi | Tidak terlihat | Dicatat dengan angka dan alasan |
| Reproduksi | Secara praktis tidak mungkin | Langkah-langkahnya bisa diulang |
Apa itu PRISMA dan untuk apa gunanya?
PRISMA adalah sebuah pedoman yang menjelaskan bagaimana tinjauan sistematis harus dilaporkan (Page dkk., 2021). Terdiri dari dua bagian: sebuah daftar periksa yang mencantumkan informasi apa yang harus dimasukkan penulis ke dalam laporan, dan sebuah diagram alur yang menunjukkan berapa kajian tereliminasi di tahap mana. Ini mengatur pelaporan, bukan mengukur mutu: setiap butir yang tercentang menunjukkan pekerjaan itu dideskripsikan secara lengkap, bukan bahwa tinjauan itu dilakukan dengan baik.
Daftar periksa ini mencantumkan butir-butir informasi yang harus ada dalam laporan: jenis kajian, abstrak, teks lengkap kueri pencarian, proses penyaringan, penilaian bias, penyajian hasil, dan penyimpangan dari protokol.
Diagram alur adalah sebuah cerita dalam angka: berapa rekaman datang dari basis data, berapa yang dihapus sebagai duplikat atau tereliminasi, dan berapa teks lengkap serta kajian akhir yang tersisa, semuanya ditunjukkan dalam satu diagram. Jika diagram itu tidak bisa diisi, prosesnya tidak tercatat.
Kesalahan yang umum adalah menggunakan daftar periksa PRISMA sebagai skala mutu. Sebuah tinjauan yang dijalankan dengan strategi pencarian yang lemah tetap bisa mencentang semua kotak, selama tinjauan itu dengan jujur melaporkan strategi yang lemah itu; penilaian mutu adalah pekerjaan yang terpisah dan berjalan lewat risiko bias kajian yang diikutkan.
Kebalikannya juga berlaku: sebuah tinjauan yang dijalankan dengan baik tapi dilaporkan dengan buruk tidak bisa diverifikasi oleh pembaca. Syarat reproduksibilitas adalah langkah-langkah yang mengarah ke hasil dibagikan, bukan hasilnya sendiri (Peng, 2011).
Mengapa sebuah protokol ditulis lebih dulu?
Sebuah protokol menuliskan pertanyaan, strategi pencarian, kriteria inklusi, dan rencana analisis sebelum kajian dimulai; mengubah kriteria setelah melihat hasilnya memudahkan untuk mempertahankan kajian yang keluar sesuai arah yang diinginkan. Menulis protokol lebih dulu dan meletakkannya pada catatan bertanggal mengurangi risiko ini dan membuat tim-tim yang mengerjakan pekerjaan yang sama dua kali terlihat satu sama lain.
Sebuah protokol setidaknya berisi hal-hal berikut:
- Pertanyaan yang akan dijawab dan komponen-komponennya
- Kriteria inklusi dan eksklusi
- Basis data yang akan dicari dan draf string kueri
- Batasan rentang tanggal, bahasa, dan jenis publikasi
- Berapa penelaah yang akan bekerja dan bagaimana perselisihan akan diselesaikan
- Data mana yang akan diekstraksi dan bagaimana akan disintesis
- Alat mana yang akan digunakan untuk menilai risiko bias
Meletakkan protokol pada catatan bertanggal sebelum kajian dimulai disebut pra-registrasi protokol (protocol preregistration); ini membuat perubahan yang dibuat setelah melihat hasilnya mustahil disembunyikan, karena teks yang teregistrasi bisa dibandingkan dengan teks yang dipublikasikan. Ada registri publik yang menyimpan catatan ini untuk tinjauan sistematis.
Menyimpang dari protokol tidak dilarang, menyembunyikannya yang dilarang: jika Anda menemukan jenis kajian yang tidak terduga dan mempersempit kriterianya, Anda melaporkan itu beserta alasannya. PRISMA 2020 sudah menanyakan di mana protokol itu teregistrasi dan penyimpangan apa saja, jika ada (Page dkk., 2021).
Bagaimana sebuah strategi pencarian dibangun?
Sebuah strategi pencarian dimulai dengan menerjemahkan konsep-konsep pertanyaan menjadi istilah pencarian: untuk setiap konsep, sinonim dan subject headings digabungkan dengan OR, dan konsep-konsep dihubungkan dengan AND. Basis data, rentang tanggal, dan batasan bahasa kemudian dipilih, dan kuerinya dipublikasikan persis seperti dijalankan, beserta tanggalnya.
String kueri
Setiap konsep dari pertanyaan itu menjadi sebuah blok terpisah; di dalamnya, sinonim, varian ejaan, dan subject headings basis data itu sendiri untuk konsep itu digabungkan dengan OR, dan blok-blok itu dihubungkan satu sama lain dengan AND. Karena operator pemotongan (truncation) dan kedekatan (proximity) berbeda dari satu basis data ke basis data lain, kueri yang sama tidak bekerja identik di mana pun; sebuah versi yang diadaptasi untuk setiap basis data ditulis dan dilaporkan secara terpisah.
Mempublikasikan kueri itu bukan sebuah kesopanan, melainkan metodenya itu sendiri. Tanpa string kueri, sebuah tinjauan tidak bisa direproduksi; bahkan jika jumlah rekaman yang ditemukan diberikan, bagaimana angka itu diperoleh tetap tidak diketahui (Peng, 2011).
Pemilihan basis data
Satu basis data saja tidak cukup; cakupannya berbeda dari satu bidang ke bidang lain dan tidak ada indeks yang memuat semua jurnal. Tergantung topiknya, beberapa indeks umum dan basis data bidang itu sendiri dicari bersamaan, dengan alasan di balik pilihan itu dituliskan agar pembaca bisa menilai cakupannya. Daftar pustaka kajian yang diikutkan juga dicari secara manual.
Rentang tanggal dan batasan bahasa
Rentang tanggal membutuhkan justifikasi: tahun sebuah metode pertama kali dipublikasikan, atau tanggal sebuah regulasi berlaku, adalah titik awal yang baik, memilih jumlah tahun yang bulat bukan. Batasan bahasa juga sebuah kriteria eksklusi; jika diterapkan, alasannya dan kemungkinan pengaruhnya terhadap hasil dituliskan.
Literatur abu-abu
Literatur abu-abu (grey literature) adalah tesis, laporan, prosiding, dan dokumen institusional yang berada di luar penerbitan komersial. Menyertakannya masih diperdebatkan: sulit dicari karena tidak terindeks, dan mungkin belum melalui tinjauan sejawat. Di sisi lain, hanya melihat kajian yang dipublikasikan membawa ke dalam laporan bias yang muncul karena kajian dengan hasil positif lebih mungkin dipublikasikan (Higgins dkk., Cochrane Handbook); apa pun keputusannya, itu dituliskan dalam protokol.
Bagaimana keputusan inklusi dan eksklusi dicatat?
Setiap rekaman disaring secara independen oleh setidaknya dua penelaah: pertama judul dan abstrak, lalu teks lengkap. Perselisihan diselesaikan lewat diskusi atau dengan berkonsultasi ke orang ketiga. Langkah-langkahnya tercantum di bawah ini.
- Rekaman dikumpulkan dari basis data dan duplikat dihapus. Jumlah rekaman yang ditemukan dan jumlah yang dihapus dicatat secara terpisah.
- Penyaringan judul dan abstrak dilakukan. Dua penelaah bekerja secara independen dan tidak melihat keputusan satu sama lain.
- Teks lengkap dari rekaman yang tersisa diperoleh. Rekaman yang tidak bisa diperoleh dilaporkan sebagai angka terpisah.
- Teks lengkap dibaca berdasarkan kriteria. Satu alasan eksklusi dituliskan untuk setiap kajian yang tereliminasi.
- Perselisihan diselesaikan lewat diskusi, atau, jika tidak terselesaikan, lewat keputusan penelaah ketiga.
- Semua angka dimasukkan ke diagram alur. Total di antara tahap-tahap harus konsisten satu sama lain.
Tujuan dua penelaah independen bukan pembagian kerja, melainkan menangkap kesalahan; ketika satu orang saja yang menyaring, baik kelalaian perhatian maupun pemilihan yang sesuai ekspektasi menjadi tidak terlihat. Melaporkan kesepakatan antar penelaah juga menunjukkan seberapa jelas kriteria itu dituliskan (Higgins dkk., Cochrane Handbook).
Sebuah log yang menyimpan keputusan beserta alasannya membuat tinjauan itu bisa diaudit. Membagikan data yang diekstraksi dan catatan keputusan dalam bentuk yang bisa dibaca mesin juga memungkinkan tim lain yang ingin bekerja dengan data yang sama (Wilkinson dkk., 2016).
Karşılaştırma
bekliyor
Kanıt
koşu bitmedi
Bagaimana risiko bias dinilai?
Risiko bias mempertanyakan apakah hasil sebuah kajian secara sistematis menyimpang dari efek sebenarnya karena cara kajian itu dirancang dan dijalankan. Penilaian dilakukan per kajian dan per domain (Higgins dkk., Cochrane Handbook); hasilnya bukan satu skor tunggal, melainkan sebuah penilaian yang beralasan.
Risiko bias dan mutu pelaporan adalah dua hal yang berbeda: sebuah kajian bisa ditulis dengan rapi tapi tetap memiliki estimasi efek yang membengkak karena tidak dilakukan penyamaran (blinding). Sebaliknya, sebuah kajian yang kurang melaporkan detail penting memiliki risiko yang tidak pasti, dan ketidakpastian bukan berarti risiko rendah.
Alat Cochrane untuk kajian acak (randomized) menanyakan risiko domain demi domain: proses pengacakan, penyimpangan dari intervensi yang dimaksudkan, data hasil yang hilang, cara hasilnya diukur, dan pelaporan yang selektif; untuk setiap domain, baik penilaian maupun dasarnya dituliskan. Pada desain non-acak, ancaman utamanya adalah variabel perancu (confounding), sehingga alat yang terpisah digunakan, dan mana yang digunakan dinyatakan dalam protokol.
Di sini juga, penilaian dilakukan secara independen oleh dua orang dan hasilnya disajikan per kajian. Sebuah analisis sensitivitas yang mengecualikan kajian berisiko tinggi menunjukkan seberapa besar hasil keseluruhan bergantung pada kajian-kajian itu.
Apakah meta-analisis selalu dilakukan?
Tidak: meta-analisis bermakna ketika pertanyaan, partisipan, intervensi, dan bentuk pengukuran kajian-kajian itu cukup serupa untuk digabungkan. Jika heterogenitas melewati ambang batas ini, sebuah ukuran efek gabungan tunggal menjadi menyesatkan. Dalam kasus itu, temuan-temuan dideskripsikan lewat sintesis kualitatif dan tinjauannya tetap sistematis.
Heterogenitas berasal dari tiga sumber: perbedaan partisipan, intervensi, dan ukuran hasil; perbedaan desain dan risiko bias; dan estimasi efek yang tersebar lebih dari yang bisa dijelaskan oleh kebetulan (Higgins dkk., Cochrane Handbook).
Keputusan untuk menggabungkan datang sebelum statistiknya: jika kajian-kajian itu tidak menanyakan pertanyaan yang sama, rata-ratanya tidak punya makna, dan ukuran dispersi numerik yang rendah tidak memperbaiki itu. Keputusan ini diambil lebih dulu dengan isinya, baru diuji dengan angkanya.
Jika meta-analisis tidak bisa dilakukan, sebuah sintesis kualitatif ditulis: kajian-kajian itu disajikan dalam tabel yang terstruktur, arah dan besaran temuan dibandingkan, dan kemungkinan alasan hasil yang bertentangan dibahas. Sintesis kualitatif bukan versi yang lebih lemah dari tinjauan sistematis; disiplin protokol, pencarian, dan penyaringan berlaku sama persis di sini. Ketika meta-analisis dilakukan, hasilnya dilaporkan bersama interval kepercayaan dan analisis sensitivitas, bukan direduksi menjadi satu angka.
Alat mana yang menjalankan langkah-langkah ini?
Langkah-langkah tinjauan sistematis juga bisa dijalankan secara manual; sebuah protokol tertulis, pengelola referensi, dan lembar kerja yang disimpan dengan rapi sudah cukup. Kontribusi alat yang menyatukan proses ini di satu tempat adalah mencatat keputusan inklusi beserta alasannya, secara otomatis memindahkan angka-angka ke diagram alur, dan menyimpan kueri pencarian sebagai bagian dari metode itu sendiri.
Lacuna adalah platform yang dibangun untuk pekerjaan ini: membaca literatur sebuah bidang dan menandai celah yang tersisa di antara klaster, menuliskan keputusan inklusi dan eksklusi ke buku keputusan beserta alasannya, dan membekukan metode itu begitu analisisnya ditutup, sehingga korpus yang sama memberi hasil yang sama.
Panduan terkait
Referensi
- Cooper, H. M. (1988). Organizing knowledge syntheses: a taxonomy of literature reviews. Knowledge in Society, 1(1), 104-126.
- Higgins, J. P. T. dkk. (Ed.). Cochrane Handbook for Systematic Reviews of Interventions. Cochrane.
- Page, M. J. dkk. (2021). The PRISMA 2020 statement: an updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71.
- Peng, R. D. (2011). Reproducible research in computational science. Science, 334(6060), 1226-1227.
- Webster, J. dan Watson, R. T. (2002). Analyzing the past to prepare for the future: writing a literature review. MIS Quarterly, 26(2), xiii-xxiii.
- Wilkinson, M. D. dkk. (2016). The FAIR Guiding Principles for scientific data management and stewardship. Scientific Data, 3, 160018.
Perlu meninjau sebuah bidang dari awal sampai akhir?
Untuk alur kerja yang membaca literatur, mencatat keputusan beserta alasannya, dan menyegel metodenya, lihat halaman Lacuna atau tuliskan kepada kami.










